Langsung ke konten utama

MENEJEMEN KONSTRUKSI

 


Tugas Pertemuan 2

 

 

MANAJEMEN KONSTRUKSI

 

 



 

 

MUCHAMMAD FAIZT FAHRIYAN SUGIONO

2019D1B175

5F

 

 

 

 

 

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

2021/2022

 

Pengertian Manajemen Konstruksi :

Manajemen konstruksi adalah ilmu yang mempelajari dan mempraktikkan aspek-aspek manajerial dan teknologi industri konstruksi. Manajemen konstruksi juga dapat diartikan sebagai sebuah model bisnis yang dilakukan oleh konsultan konstruksi dalam memberi nasihat dan bantuan dalam sebuah proyek pembangunan.

CMAA (Construction Management Association of America) mengatakan bahwa dalam sebuah perusahaan atau mengacu pada adanya dunia bisnis, management konstruksi memiliki beberapa tanggung jawab di antaranya adalah perencanaan proyek, manajemen efisiensi biaya, waktu, administrasi kontrak termasuk juga manajamen keselamatan dan praktik profesional.

Secara keseluruhan, istilah yang sudah dikatakan di atas dapat diartikan sebagai kumpulan cara mengenai bagaimana suatu pekerjaan pembangunan dikelola supaya mendapatkan hasil sesuai dengan tujuan dari pembangunan tersebut. Kegiatan ini melibatkan beberapa kelompok orang dengan keahlian masing-masing untuk melancarakan sebuah proyek pembangunan.

Peran Management Konstruksi :

Dalam ruang lingkup tanggung jawabnya, dalam sebuah proyek pembangunan, manajemen konstruksi memiliki peran yang sangat penting untuk dapat mencapai tujuannya, di antaranya:

·       Agency Construction Management (ACM) => sebagai koordinator penghubung antara rancangan konstruksi dengan pelaksana hingga seluruh kontraktor. Dengan kata lain pengelola konstruksi berperan sebagai sarana penghubung antara pemilik (perancang) proyek dengan para kontraktor untuk mencapai tujuan sesuai dengan keinginan serta rencana pemilik.

·       Extended Service Construction Manajemen (ESCM) => untuk menghindari konflik antara kontraktor serta perencana proyek.

·       Owner Construction Management (OCM) => bertanggung jawab atas kelangsungan proyek yang dilaksanakan berdasarkan kepentingan pemilik proyek.

·       Guaranted Maximum Price Construction Management (GMPCM) => bertindak sebagai pemberi kerja kepada kontraktor atau pun sub-kontraktor. Mudahnya, dalam peran ini manajer bertindak sebagai pemberi kerja terhadap kontraktor.

 

Fungsi Adanya Management Konstruksi :   

Dengan mendalami arti dari pengelolaan konstruksi, terdapat beberapa hal mengapa konsep dalam pengelolaan kontruksi ini begitu penting dan krusial, terutama pada bisnis yang membutuhkan pembangunan seperti properti.

Hal itu dikarenakan bahwa pengeloaan tersebut menerapkan fungsi manajemen dari suatu proyek dengan memanfaatkan sumber daya secara lebih efektif dan efisien demi mencapai tujuan. Berikut beberapa fungsi manajemen konstruksi:

1.     Planning atau Fungsi Perencanaan

Management kontruksi memiliki fungsinya sebagai penentu untuk memutuskan apa saja hal yang harus dikerjakan, kapan hal tersebut mesti dikerjakan, serta bagaimana cara proyek dijalankan. Selain itu, pengelola konstruksi berkewajiban untuk mengambil keputusan atas proses pembuatan konstruksi.

2.     Organizing atau Fungsi Pengorganisasian

Selain untuk melakukan planning atau perencanaan, adanya pengelolaan konstruksi ini juga  berfungsi dalam membentuk struktur organisasi dalam pembuatan sebuah proyek. Selain itu, ini juga berfungsi untuk mengorganisir beberapa divisi untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dalam proses pembuatan proyek serta berhak untuk memberikan pengembangan serta penempatan beberapa tenaga kerja dalam suatu divisi.

3.     Actuating atau Fungsi Pengarahan

Management konstruksi juga dapat menjalankan fungsi pembinaan. Dalam arti lain, manager atau pengelola konstuksi dapat melakukan pembinaan berupa motivasi, pelatihan, bimbingan, serta arahan lainnya kepada bawahan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya yang telah direncanakan, termasuk dalam hal pembanguan proyek.

4.     Controlling atau Fungsi Pengontrolan serta Pengawasan

Pada fungsi pengawasan atau pengontrolan, pengelolaa konsruksi bertujuan untuk melakukan pengawasan atau pengontrolan terkait dengan proyek konstruksi yang tengah berjalan. Pengawasan tersebut dilakukan pada tiap divisi untuk mengevaluasi penyimpangan yang terjadi selama pembangunan berlangsung.

Tujuan Manajemen Konstruksi :

  • System atau tim manajemen konstruksi dibutuhkan guna tujuan bagaimana mengelola proyek secara hemat waktu, biaya proyek sesuai dengan yang dianggarkan dan kualitas kerjaan yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan, Salah satu cara adalah mengatur kegiatan tumpang tindih ( overlap )
  • Tujuan selanjutnya dari digunakannya system MK adalah biaya proyek tidak dibebani oleh biaya ganda atau overhead dan profit seperti apabila dilakukan dengan system kontraktor utama yang membawahi sub – sub kontraktor.
  • Jenjang jenjang yang tidak efisien dihapus dan dipersingkat jalur komunikasinya.

 

 

 

Tugas Manajemen Konstruksi :

Adapun tugas lain dari manajemen konstruksi secara garis besar diantaranya yaitu:

  • Mengawasi jalannya pekerjaan di lapangan apakah sesuai dengan metode konstruksi yang benar atau tidak.
  • Meminta laporan progres dan penjelasan pekerjaan tiap item dari kontraktor secara tertulis.
  • MK berhak menegur dan menghentikan jalannya pekerjaan apabila tidak sesuai dengan kesepakatan.
  • Mengadakan rapat rutin baik mingguan maupun bulanan dengan mengundang konsultan perencana, wakil owner dan kontraktor.
  • Berhubungan langsung dengan owner atau wakil owner dalam menyampaikan segala sesuatu di proyek.
  • Menyampaikan progres pekerjaan kepada owner langsung.
  • Mengesahkan material yang akan digunakan apakah sesuai dengan spesifikasi kontrak atau tidak.
  • Mengelola, mengarahkan dan mengkoordinasi pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor dalam aspek mutu dan waktu.
  • Mengesahkan adanya perubahan kontrak yang diajukan oleh kontraktor.
  • Memeriksa gambar shop drawing dari kontraktor sebelum dimulai pelaksanaan pekerjaan.
  • Selalu meninjau ulang metode pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor agar memenuhi syarat K3LMP “Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Lingkungan, Mutu dan Pengamanan”.
  • Memberikan Site Instruction secara tertulis apabila ada pekerjaan yang harus dikerjakan namun tidak ada di kontrak untuk mempercepat jadwal.

Manfaat Manajemen Konstruksi :

Manfaat manajemen konstruksi dapat dilihat dari beberapa segi :

·       Segi biaya proyek

1.     Biaya optimal proyek dapat dicapai karena tim MK sudah berpartisipasi pada tahap awal perencanaan

2.     Biaya keseluruhan proyek dapat dihemat disbanding dengan system tradisional.

·       Segi waktu

1.     Dengan system fast track tidak perlu menunggu perencanaan selesai seluruhnya

2.     Waktu yang digunakan untuk perencanaan dapat lebih panjang

3.     Pengadaan material/ peralatan impor dapat diukur secara dini sehingga kemungkinan terlambat lebih kecil.

·       Segi kualitas

1.     Mutu lebih terjamin karena tim MK ikut membantu kontroktor dalam hal metode pelaksanaan, implementasi, dan Quality Control

2.     Mutu dan kemampuan kontraktor spesialis lebih terseleksi oleh pemilik proyek dibantu dengan tim MK.

3.     Kesempatan untuk penyempurnaan rancangan relative banyak

·       Segi program pemerintah

1.     Pemerataan kesempatan pekerjaan dengan paket-paket kepada pengusaha kontraktor yang baru berkembang dapat direalisir.

2.     Pemilik proyek tidak perlu mengeluarkan banyak staf

Tipe – Tipe Manajemen Konstruksi :

  • MK konvensional : tanpa fast track
  • MK semi konfensional : tanpa fast track
  • MK semi murni : tanpa fast track
  • MK murni : dengan fast track

Tahapan Manajemen Konstruksi :

Berikut ini merupakan tahapan operasional di dalam sistem manajemen konstruksi.

Pengembangan Konsep

  • Pengembangan sasaran proyek baik dilihat dari aspek biaya dan waktu
  • Mengidentifikasikan batasan utama
  • Membuat TOR dan organizing
  • Sasaran – sasaran prinsip konsep desain kepada konsultan perencanaan
  • Tahapan pekerjaan
  • Master, coordinating schedule
  • Membuat perkiraan biaya awal berdasarkan konsep awal konsultan perencanaan
  • Cash flow

Tahap Perencanaan

  • Koordinasi dengan pengawasan dalam hal pemetaan dan penyelidikan tanah
  • Menyusun jadwal review dan lelang
  • Melakukan review
  • Membuat RKS
  • Membuat RAB tiap paket pekerjaan
  • Membuat rekomendasi : aspek mutu, aspek biaya, waktu dan material
  • Mengurus ijin – ijin yang diperlukan.

 

 

 

Istilah 5W+1H dalam Manajemen Konstruksi

1.      PERENCANAAN

Menurut G.R.Terry unsur manajemen ada 4: POAC. Perencanaan pengawasan merupakan unsur manajemen. Perencanaan adalah : Keputusan untuk waktu yang akan datang, apa yang akan dilakukan, kapan dilakukan dan siapa yang akan melakuakan. Unsur administrasi ada 7 yaitu:
- Organisasi adalah : Kumpulan orang yang saling kerjasama dan mempunyai tujuan yang sama.
- Manajemen adalah : Pengaturan orang-orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan Keuangan.

- Kepimpinan adalah : Kemampuan seseorang untuk mengerakkan orang lain untuk   berkerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

- Humas.

- Perbekalan

.- Tata usaha. Organisasi terbagi atas:

- Statis

- Dinamis.

 

Ada suatu target yang akan dicapai yaitu program. Di dalam suatu perencanaana ada 5 W dan 1H yaitu :- What, where, who, when. why. 3 kegiatan yang dilakukan didalam perencanaan yaitu: Kegiatan pokok apa yang akan dilakuakn secara langsung dikerjakan pada pencapaian tujuan yang akan dicapai. Kegiatan yang menunjang aktivitas yang mendukung tujuan teersebut.
Kegiatan Veterial : kegiatan yang tidak menunjang tetapi tidak sering dihindarkan yaitu: ppl dan pkl.

1. What : Apa yang akan dilakukan atau dikerjakan. Dana sumber yang didapat. Dana apa yang akan dihubungkan. Sdm.
Sarana dan prasarana agar tercapai.

 

2. Where: Dimana kita melakukan kegiatan.
Berpegang kepada aspekbilitas ( kemampuan untuk menyelesaiakan diri ).
Tersedianya tenaga kerja yang memenuhi berbagai persyaratan guna menjamin kelancaran tugas.


3. When:
Kapan kita melakukan tugas.
Kemampuan untuk mengelola waktu.
Memilih waktu yang tepat untuk mengisi waktu yang luang.

 

 


4. Who
 :
Menganalisis kebutuhan tenaga kerja baik kuantitatif maupun kwlalitatif.
Pola pembinaan karier.
Kebijaksanaan didalam pengolahan dan pengajian.
Metode dan teknik tentang pengadaan tenaga kerja yang akan dilaksanakan.


5. Why:
Rencana itu harus mempermudah suatu pekerjaan sehingga mudah dilaksanakan.
Rencana itu harus mempunyai rincian yang cermat.
Perencanan bukan merupakan suatu tindakan melainkan suatu proses. Suatu proses yang masih mempuyai suatu tindakan –tindakan untuk menuju suatu tujuan. Tidak dibatasi atas startegi yang akan dilakukan sebelum diambil suatu keputusan karena bisa saja terjadi perubahan. Contoh: GBHN. Kebijakasanan untuk mencapai tujuan. Adadua komponen dalam perencanaan :
1. Perencanan pesimis
, Perencanaan yang tidak dapat dilaksankan.
2. Perencanan optimis
, Terlaksana.

 

 

Komentar

Komentar