TUGAS PERTEMUAN 1
NAMA : MUCHAMMAD FAIZT FAHRIYAN SUGIONO
KLS: 7F
Nim : 2019D1B167
METOPEL & ADM.PROYEK
-Buat detail penjelasan yang lengkap terkait :
1. Manajemen Pengendalian Mutu
2. Tepat Biaya
3. Tepat Mutu
4. Tepat Waktu
JAWABAN
1. Manajemen Pengendalian Mutu
PengertianManajemenMutu
Manajemen mutu yang dikenal total management quality atau TQM dapat sebagai sebuah sistem yang membantu sebuah perusahaan, atau badan usaha untuk mengawasi setiap kegiatan serta tugas dan organisasi yang diperlukan dalam mempertahankan kualitas atau mutu dari perusahaan tersebut.
Total management quality sendiri merupakan sebuah sistem yang menentukan kebijakan, merencanakan, mengontrol, dan mengembangkan kualitas mutu yang diberikan perusahaan. Sistemini juga dikenal sebagai sebuah filosofi dasar yang menyatakan bahwa kepuasan pelanggan akan menentukan keberhasilan jangka panjang dari sebuah badan usaha. Di dalamnya, semua pemangku kepentingan atau pemangku kepentingan mendukung dalam peningkatan kualitas produk dan layanan serta budaya kerja di lingkungan perusahaan.
Selain itu, ada definisi lain yang menjelaskan bahwa system manajemen dalam menjaga mutu adalah sebuah system manajemen yang lebih kualitas sebagai strategi yang berorientasi pada kepuasan pelanggan yang melibatkan seluruh SDM di perusahaan.
ManfaatManajemenMutu
Ada banyakmanfaat yang bisa di dapatkan dari proses jika diterapkan di sebuah perusahaan. Antara lain :
Memberikan kepuasan kepada para pelanggan sehingga menjaga kepercayaan terhadap perusahaan.
Menumbuhkan rasa motivasi di dalam diri karyawan
standar peningkatan kerja di dalam perusahaan
peningkatan dan menjaga nama baik perusahaan
TujuanManajemenMutu
Manajemen mutu sendiri memiliki beberapa tujuan yang diharapkan dapat tercapai dalam prosesnya. Yaitu :
MenetapkanVisi dan Standar kerja bagi para anggota suatu organisasi atau badan usaha
Membangun motivasi dan budaya kerja di dalam organisasi maupun badan usaha
membantu meningkatkan kepercayaan terhadap produk yang dihasilkan perusahaan baik dari anggota maupun pelanggan atau klien.
Memberikan inovasi atau pengembangan lebih lanjut dari perusahaan atau organisasi itu sendiri
FungsiManajemenMutu
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, manajemen mutu memiliki fungsi sebagai sebuah organisasi atau tolak ukur dalam mengelola kualitas yang diberikan oleh suatu perusahaan, maupun badan usaha. Hal ini akan sangat mempengaruhi kualitas dan kinerja seluruh anggota perusahaan dalam menjalankan masing-masing guna mencapai tujuan dan visi dari perusahaan tersebut.
Proses ManajemenMutu
Di dalam manajemen mutu, ada beberapa tahapan maupun proses yang perlu dilakukan yaitu :
Perencanaan dan Strategi Kebersamaan
Untuk mencapai suatu tujuan, diperlukan proses perencanaan dan strategi yang matang agar keputusan-keputusan yang diambil dapat lebih terarah dan sesuai. Hal ini juga berlaku di dunia bisnis. Untuk melaksanakan, harus diawali dengan perencanaan yang baik. rencana dan strategi yang dibuat pun juga harus memiliki tahapan atau proses yang tepat. Hal ini dilakukan agar kualitas yang diinginkan dapat tercapai dan memenuhi standar yang berlaku.
Selain itu, dalam tahap perencanaan strategi ini juga perlu dilakukan analisis untuk mengetahui kebutuhan dari konsumen atau pelanggan agar membantu meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap produk maupun jasa yang dihasilkan.
ImplementasiPerencanaanMutu
Setelah melakukan perencanaan strategi yang matang, implementasi yang diperlukan untuk mengaplikasikan hasil rancangan yang sudah dibuat. Dalam proses implementasi mutu, yang perlu diperhatikan, seperti standar pengerjaan atau pembuatan produk, dan pengecekan kualitas mutu. Jika sudah sesuai dengan standar mutu yang digunakan oleh perusahaan, barulah produk maupun hasil akan diberikan dan disebarluaskan kepada para konsumen di luar.
EvaluasiMutu
Setelah mengimplementasikan produk dan menyebarluaskan produk kepada para konsumen, maka tahap berikutnya yang perlu dilakukan adalah proses evaluasimutu. Proses evaluasi yang berguna untuk meninjau kembali hasil dari produk yang dikeluarkan. Dalam proses evaluasiini, perusahaan perlu untuk memeriksa kembali tingkat kepuasan serta respon yang didapatkan dari produk yang sudah dihasilkan. Nantinya, hasil review atau evaluasi ini akan berguna dalam perbaikan atau pengembangan produk lebih lanjut.
PerbaikanatauPengembangan
Setelah hasil dan kualitas dari produk yang sudah dikeluarkan sebelumnya, sebuah perusahaan melakukan langkah terakhir dan paling krusia, yaitu pengembangan atau perbaikan. Proses ini merupakan proses lanjutan yang memanfaatkan hasil pemantauan dan pengendalian mutu hingga sebuah perusahaan dapat lebih lanjut terhadap produk atau jasa yang sudah dikeluarkan sebelumnya.
Pada dasarnya, hasil dari proses maupun tahapan harus ditinjau kembali untuk menyempurnakan dan mengembangkan kualitas dari perusahaan. Ini merupakan salah satu tujuan awal yang diinginkan dalam mengimplementasikan manajemen untuk menjaga mutu. Dalam tahapan perbaikan atau pengembangan ini, ada 3 aspek yang harus ditargetkan, yaitu kinerja atau implementasi terhadap usaha produk, manajemen atau pengelolaan mutu, dan pengelolaan badan atau pengelolaan perusahaan itu sendiri secara keseluruhan.
(2,3,4)
Setiap proyek memiliki tujuan khusus, dalam proses penyelenggaraan tujuan tersebut ada tiga kendala yang harus dipenuhi, yang dikenal dengan Trade-off Triangle atau Triple Constraint. Triple constraint adalah usaha tujuan yang berdasarkan tiga batasan, yaitu :
sebuah. Tepat biaya.
Proyek harus dikerjakan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran, baik biaya tiap item pekerjaan, biaya tiap periode pelaksanaan maupun biaya total sampai akhir proyek.
b. Tepat waktu.
Proyek harus dikerjakan dengan waktu sesuai dengan jadwal proyek (schedule) yang telah direncanakan yang ditunjukan dalam bentuk prestasi pekerjaan (work progress).
c. Tepat mutu.
Mutu produk atau disebut sebagai kinerja (performance), harus memenuhi spesifikasi dan kriteria dalam taraf yang disyaratkan oleh pemilik
2. Tepat Biaya
Dalam bisnis kecil, perusahaan pasti tidak pernah lepas dari biaya. Jika perusahaan sedang memproduksi atau menjual barang, maka akan membutuhkan biaya. Diperlukan pengendalian biaya produksi untuk menganalisis keputusan produksi dan berbagai jenis biaya agar sesuai anggaran serta menghasilkan laba maksimal. Ketika biaya produksi tak terkendali, akan menyebabkan anjloknya laba bersih perusahaan kamu.
Mengetahui jumlah produksi yang timbul dari setiap alur produksi perusahaan merupakan hal penting dalam aktivitas bisnis. Dengan mengetahui biaya produksi tersebut, manajer dapat mengambil keputusan untuk menentukan harga produk, mengatur jadwal pengiriman barang dan berbagai aktivitas produksi lainnya serta meminimalkan berbagai risiko terkait proses produksi. Jumlah produksi ini bekerja sebagai dasar perhitungan biaya pokok penjualan (harga pokok penjualan).
Biaya produksi menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi rendahnya harga jual produk. Maka dari itu, manajer perusahaan harus melaksanakan pengendalian biaya produksi yang efektif dengan adanya perencanaan biaya produksi yang baik. Sehingga kegiatan operasional bisnis dapat berjalan dengan efisien. Biaya produksi dapat menentukan harga pokok produksi yang akan dipakai untuk menghitung harga pokok barang jadi pada akhir periode akuntansi.
Artikel kali ini membahas tentang definisi dan objek biaya produksi serta beberapa konsep dasar dalam pengendalian biaya produksi.
Definisi Biaya Produksi
Biaya produksi (biaya produksi / biaya produksi) merupakan semua biaya yang timbul dari suatu fungsi dan proses produksi perusahaan manufaktur meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan jenis biaya lain. Biaya produksi adalah salah satu komponen dalam laporan keuangan, khususnya laporan laba rugi dalam pencatatan akuntansi biaya.
Objek Biaya Produksi
Untuk menentukan profitabilitas, efisiensi, dan area potensial usaha dalam peningkatan biaya, biaya produksi dapat diklasifikasi menjadi 2 objek yang dibiayai, diantaranya:
Biaya langsung (biaya langsung) adalah biaya yang penggunaannya dapat diidentifikasi dan digunakan dengan mudah dari objek atau pusat biaya tertentu. Biaya langsung juga merupakan biaya yang harus dikeluarkan secara langsung berhubungan dengan produksi barang objek. Jika biaya tersebut tidak dikeluarkan, maka pekerjaan tidak akan berjalan atau tidak selesai sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pemilik usaha. Contohnya adalah biaya bahan baku, biaya konstruksi serta biaya tenaga kerja langsung, seperti upah pekerja, manajer dan jasa konsultan.
Biaya tidak langsung (biaya tidak langsung) adalah biaya yang bermanfaat tidak dapat ditemukan dan diidentifikasi dengan objek biaya tertentu terkait proses produksi. Jika biaya tersebut tidak dikeluarkan, maka proyek bisa berjalan dan selesai sesuai dengan kehendak dan persyaratan pemilik usaha. Contohnya adalah biaya overhead (biaya listrik, telepon dan udara) dan administrasi pabrik, biaya departemen, biaya upah mandor dan kepala bagian produksi, biaya keamanan, biaya operasi mesin dan biaya sewa kantor.
3 Konsep Pengendalian Biaya Produksi
Pengendalian biaya produksi dilakukan dengan cara membandingkan biaya produksi yang telah dihitung di muka dengan biaya produksi yang sesungguhnya atau biaya realisasi. Jika realisasinya lebih tinggi dari biaya anggaran sebelumnya, maka dianggap tidak menguntungkan (tidak menguntungkan). Sebaliknya, jika realisasinya lebih rendah dari anggaran dianggap menguntungkan (menguntungkan). Dalam pengendalian biaya produksi, berikut adalah 3 konsep dasar yang perlu diperhatikan, diantaranya:
Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku atau material (direct material) merupakan bahan yang secara langsung dipakai untuk memproduksi produk jadi yang siap dipasarkan sesuai dengan nominal yang timbul mudahnya meluncurkan. Bahan baku langsung mencakup berbagai macam bahan fisik yang akan diolah menjadi produk selesai atau produk jadi. Contohnya adalah harga beli dari produk kopi, seperti biji kopi, air, gula, dan bahan lainnya.
Pengendalian biaya produksi untuk bahan baku merupakan penyediaan dan penggunaan bahan baku secara efisien dengan kuantitas dan kualitas yang telah ditetapkan dan dapat digunakan secara penuh. Ada 4 pengendalian bahan baku yang dilakukan oleh pengontrol adalah sebagai berikut:
pembuatan SOP pemakaian, pembelian dan penerimaan bahan baku berdasarkan kuantitas dan program produksi.
penetapan dan pemeliharaan pengecekan di dalam untuk memastikan bahwa bahan baku yang dipesan telah dibayar, diterima, dan digunakan sesuai dengan tujuan.
penetapan harga pembelian melalui perbandingan biaya dan kuantitas bahan baku yang aktual digunakan dengan biaya stkamur.
penyiapan bahan sisa, pemborosan, dan penyimpangan sebagai hasil dari perbandingan biaya stkamur.
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung (direct labor) merupakan biaya yang secara langsung ditempatkan dan diberdayakan dalam menangani kegiatan produksi barang jadi dan segala peralatan produksi. Biaya ini juga adalah sebuah jasa yang diberikan kepada pabrik dan manfaatnya dapat diidentifikasikan dan diikuti pada produk tertentu. Adalah upah, tunjangan dan asuransi yang digunakan untuk pegawai di bagian perakitan produk atau yang menjalankan kegiatan produksi. Berikut adalah 3 pengendalian biaya produksi terkait tenaga kerja langsung bagi pengontrol, di antaranya:
Menetapkan prosedur untuk pendistribusian biaya tenaga kerja dan rencana produksi.
pra rencana yang akan digunakan untuk menetapkan waktu kerja dengan perhitungan stkamur kerja dan biaya kontrak komparatif.
Laporan data tambahan mengenai tenaga kerja, seperti jam kerja rata-rata per minggu, per jam, per hari, prestasi kerja dan biaya lembur.
Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik (factory overhead) adalah biaya yang terjadi secara tidak langsung dibebankan pada aktivitas produksi barang di pabrik. Contohnya adalah biaya bahan baku tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung dan biaya overhead lain. Kegiatan pengendalian biaya produksi dalam pos pengeluaran overhead pabrik yang menjadi tanggung jawab pengontrol dalam pengambilan keputusan produksi adalah mengendalikan dan menetapkan biaya produk jadi, melakukan persediaan barang jadi, membuat akun keuangan, seperti penjualan, biaya administrasi, inventaris dan lainnya.
Biaya overhead pabrik dibagi menjadi 3 jenis biaya:
Bahan baku tidak langsung (indirect material) adalah bahan yang digunakan dalam proses produksi, tetapi tidak langsung terlihat pada barang jadi yang dihasilkan dan cenderung sulit untuk dilacak. Contohnya adalah bahan penolong, seperti lem, minyak, cairan pembersih.
Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang tidak terlibat langsung dalam proses produksi. Contohnya adalah upah dan tunjangan petugas keamanan dan pengawasan kualitas di pabrik.
Overhead lain, seperti biaya listrik dan air, asuransi pabrik, sewa gedung dan tanah, depresiasi, amortisasi, reparasi dan pemeliharaan pabrik aset tetap
3. Tepat Mutu
Pengertian Mutu Adalah – Pada saat kita berbicara tentang mutu maka tidak akan lepas dari barang atau jasa.
Suatu barang yang memiliki kualitas yang baik adalah barang yang memiliki nilai bagi seseorang dan biasanya barang tersebut terkait dengan keindahan, ideal dan kebenaran.
Mutu merupakan terminologi subjektif dan dapat didefinisikan dengan berbagai cara dimana setiap dapat didukung oleh argumentasi yang sama baik.
Pengertian mutu secara luas adalah karakteristik dari produk atau jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen yang dapat diukur secara kualitatif dan kuantitatif.
Jenis Mutu
Menurut Leviene Ramsey dan Berenson, terdapat 3 (tiga) jenis mutu yaitu :
1. Kualitas Desain (mutu desain)
Mutu rancangan adalah fungsi dari berbagai spesifikasi produk dan mutu rancangan yang berbeda antara produk yang satu dengan produk lainnya.
2. Kualitas Kinerja (mutu kinerja)
Mutu kinerja adalah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan tingkat kinerja dalam jangka panjang.
3. Kualitas Kesesuaian (mutu sesuai)
Mutu sesuai dengan ukuran yang terkait dengan bagaimana produk memenuhi berbagai persyaratan dan spesifikasi yang dirancang.
Tingkat kecocokan harus dapat mencapai 100%.
Faktor yang Mempengaruhi Mutu
Menurut Feigenbaum menyatakan bahwa mutu barang dan jasa secara langsung dapat ditentukanoleh 9 (sembilan) faktor, yaitu :
1. Pasar (Pasar)
Jumlah produk baru dan berkualitas lebih baik yang ditawarkan di pasar akan terus berkembang dalam laju eksplosif.
Ruang lingkup pasar akan menjadi lebih luas dengan menyediakan berbagai produk yang lebih baik dan fungsional lebih terspesialisasi.
2. Uang (Uang)
Tingkat persaingan yang meningkat di bidang seiring fluktuasi ekonomi dunia akan menurunkan margin laba.
Seiring itu, kebutuhan akan otomatisasi akan memaksa perusahaan mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk berinvestasi alat.
Biaya mutu ini terkait juga dengan pemeliharaan serta perbaikan mutu harus diturunkan untuk meningkatkan margin laba.
3. Manajemen (Manajemen)
Dulu kala pertanggung jawaban atas kualitas produk sangat tergantung pada mandor dan teknisi.
Namun saat ini pertanggungjawaban ini telah beralih kepada manajemen yang disesuaikan dengan bidangnya.
4. Manusia (Manusia)
Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan penciptaan bidang baru dapat menciptakan permintaan yang tinggi akan tenaga kerja yang berpengetahuan khusus.
Hal terkait dengan permintaan akan tenaga ahli untuk bersama dalam merencanakan, menciptakan serta menjalankan sistem yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
5. Motivasi (Motivation)
Salah satu hal uang dapat memotivasi pekerjaa saat ini adalah dengan memberikan uang tambahan untuk memperkuat mereka dalam mencapai tujuan.
Selain itu, pengakuan yang positif bahwa mereka telah memberikan kontribusi pada pencapai perusahaan dapat meningkatkan motivasi para karyawan.
6. Bahan (Bahan)
Para ahli biasanya akan menetapkan spesifikasi dan keragaman bahan yang bertujuan untuk menurunkan biaya produksi namun tetap memenuhi standar yang telah ditentukan.
7. Mesin (Mesin)
Upaya dalam menurunkan biaya dan volume produksi dalam rangka memuaskan konsumen pada persaingan pasar yang ketat mendorong penggunaan mesin yang canggih untuk memproduksi produk yang bermutu.
Oleh sebab itu agar tetap terpenuhi maka mereka harus memelihara mesin produksi agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
8. Metode Informasi Modern
Perubahan teknologi yang begitu cepat telah memberikan kemungkinan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengambil serta memanipulasi informasi dalam jumlah yang tidak terbayangkan sebelumnya.
Hal ini membuat kita mendapatkan informasi yang lebih bermanfaat, akurat, tepat dan dapat dijadikan sebagai landasan keputusan bisnis di masa depan.
9. Persyaratan Proses Produksi
Dengan meningkatkan kerumitan dan persyaratan mutu yang lebih tinggi membuat produk menjadi penting.
Oleh karena itu dibutuhkan perhatian yang konstan untuk mengetahui bahwa tidak ada faktor yang diketahui atau tidak diketahui akan masuk kedalam proses untuk menurunkan kualitas komponen atau sistem.
Manfaat Pengendalian Mutu
Pengendalian mutu sangat dibutuhkan didalam perusahaan karena mutu dapat mempengaruhi beberapa hal berikut :
1. Reputasi Perusahaan
Bila sebuah perusahaan berhasil menghasilkan produk atau jasa yang bermutu maka mereka akan mendapatkan predikat sebagai perusahaan yang mengutamakan mutu.
Oleh karena itu, perusahaan tersebut akan mendapatkan nilai lebih dari masyarakat sehingga mereka dapat dipercaya oleh masyarakat.
2. Penurunan biaya
Pada saat ini masih banyak orang yang berpendapat bahwa untuk memproduksi produk bermutu selalu terkait dengan peningkatan biaya.
Hal ini menyebabkan bahwa sebuah produk bermutu sudah pasti akan memiliki harga yang mahal.
Padahal untuk menghasilkan produk atau jasa yang bermutu tidak membutuhkan biaya yang besar.
Hal ini karena perusahaan tersebut hanya fokus pada Customer Satisfaction yaitu berdasarkan jenis, tipe, waktu dan jumlah produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Dengan demikian tidak akan terjadi pemborosan dan harus dibayar mahal oleh perusahaan.
3. Peningkatan Ruang Lingkup Pasar
Ruang lingkup pasar akan meningkat bila minimalisasi biaya tercapai sehingga harga dapat ditekan tapi mutu produk tetap tercapai.
Hal ini dapat mendorong konsumen untuk membeli produk atau jasa tersebut sehingga akan meningkatkan pangsa pasar.
4. Pertanggungjawaban Produk
Dengan adanya peningkatan mutu produk atau jasa yang dihasilkan maka perusahaan akan terlihat bertanggung jawab terhadap desain, proses dan pendistribusian tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Selain itu, perusahaan tidak lagi mengeluarkan biaya yang besar untuk memberikan jaminan terhadap produk dan jasa yang ditawarkan tersebut.
5. Dampak Internasional
Pada saat kita dapat menawarkan produk atau jasa yang bermutu maka kita tidak hanya dikenal di pasaran lokal namun juga dapat dikenal di pasar internasional.
Pastinya hal ini dapat memberikan kesan yang baik pada perusahaan karena dapat menghasilkan produk atau jasa yang memiliki mutu yang baik.
6. Penampilan Mutu
Dengan mutu maka produk atau jasa yang ditawarkan tersebut mudah dikenal dan membuat perusahaan juga mudah dikenal dan dipercaya oleh masyarakat.
Dengan bertambahnya kepercayaan tersebut tentunya akan membuat fanatisme dari konsumen terhadap produk perusahaan.
7. Mutu yang Dirasakan
Ketika perusahaan sudah dikenal dengan produk atau jasa yang bermutu maka persaingan yang ketat tidak akan menjadi permasalahan.
Hal ini karena konsumen akan tetap akan terdorong untuk membeli produk atau barang walau dengan harga yang tinggi.
Walaupun standar mutu merupakan nilai yang subjektif, sebagai pengusaha harus dapat mampu memenuhi kebutuhan pelanggan serta menerjemahkan pengertian mutu secara menyeluruh.;
4. Tepat Waktu
Penyediaan inventaris atau persediaan di suatu perusahaan yang terbatas pada kebutuhan penggunaannya atau yang disediakan tepat pada saat produksi untuk mengurangi penanaman dana yang besar atas penggunaan tersebut (just-in-time/JIT).
Otoritas Jasa Keuangan
Apa itu Tepat Waktu atau JIT?
Sistem persediaan just-in-time (JIT) adalah strategi manajemen yang menyelaraskan pesanan bahan baku dari pemasok secara langsung dengan jadwal produksi. Perusahaan menggunakan strategi inventaris ini untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan dengan menerima barang hanya saat mereka membutuhkannya untuk proses produksi, yang mengurangi biaya persediaan. Metode ini mengharuskan produsen untuk memperkirakan permintaan secara akurat.
Salah satu contoh sistem persediaan JIT adalah produsen mobil yang beroperasi dengan tingkat persediaan rendah tetapi sangat bergantung pada rantai pasokannya untuk mengirimkan suku cadang yang dibutuhkan untuk membuat mobil, sesuai kebutuhan. Akibatnya, pabrikan memesan suku cadang yang diperlukan untuk merakit mobil, hanya setelah pesanan diterima. Agar manufaktur JIT berhasil, perusahaan harus memiliki produksi yang stabil, pengerjaan berkualitas tinggi, mesin pabrik bebas glitch, dan pemasok yang dapat diandalkan.
Keunggulan dan Kelemahan Sistem JIT
Sistem persediaan JIT memiliki beberapa keunggulan dibandingkan model tradisional. Proses produksinya singkat, artinya produsen dapat dengan cepat berpindah dari satu produk ke produk lainnya. Selain itu, metode ini mengurangi biaya dengan meminimalkan kebutuhan gudang. Perusahaan juga menghabiskan lebih sedikit uang untuk bahan baku karena mereka membeli sumber daya yang cukup untuk membuat produk yang dipesan dan tidak lebih.
Kerugian dari sistem persediaan JIT melibatkan potensi gangguan dalam rantai pasokan. Jika pemasok bahan baku mengalami gangguan dan tidak dapat mengirimkan barang tepat waktu, ini dapat menghentikan seluruh proses produksi. Pesanan tiba-tiba yang tak terduga untuk barang-barang dapat menunda pengiriman produk jadi ke pelanggan akhir.
Comments
Popular posts from this blog
tugas 3 METOPEL & ADKM.PROYEK
October 16, 2022
Gambar
NAMA : SYARIFA FIBRIANI NIM : 2019D1B167 Pertemuan ke - 4 METOPEL & ADKM.PROYEK RAB BESERTA KURVA-S Buat detail penjelasan yang lengkap terkait : 1. Komposisi pembentuk Rencana Anggaran Biaya berikut dengan contoh Rencana Anggaran Biaya (Item Pekerjaan, Analisa Pekerjaan, Volume Pekerjaan, Harga Pekerjaan) 2. Dari contoh yang telah di buat pada point. 1 kemudian buatkan lah contoh “Kurva S” dengan memperkirakan waktu pelaksanaan yang efektif dan efisien. Membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) artinya membuat perkiraan biaya yang akan dikeluarkan untuk melaksanakan proyek. Dalam sebuah tender pengadaan barang/jasa, RAB salah satu bagian dari dokumen yang harus dipersiapkan. Nantinya RAB tersebut dijadikan sebagai dasar bagaimana kontraktor memberikan nilai penawarannya. RAB yang disajikan dalam sebuah tender pengadaan barang/jasa sudah termasuk pajak, iuran BPJS Ketenaga Kerjaaan, provit dan over head . Sebelum pelaksanaan proyek, penyusunan RAB
BACA LEBIH BANYAK
Didukung oleh Blogger
Gambar tema oleh Michael Elkan
Foto saya
SYARIFA FIBRIANI
KUNJUNGI PROFIL
Arsip
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Posting Komentar